Wednesday, October 01, 2014
RAT Primkopau Wingdiktekkal T.A 2013

 

Komandan Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kolonel Tek A.Tavianta, S.IP sedang menerima buku undang- undang tentang perkoperasian terbaru dari Sekretaris Dekopinda, Bapak Pracoyo, pada acara rapat anggota tahunan primer  Primkopau Wingdiktekkal Tahun Buku 2013 bertempat di gedung Loka Wiratama Skadik 304 Wingdiktekkal kalijati.

Komandan Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kolonel Tek A.Tavianta, S.IP sedang menerima buku undang- undang tentang perkoperasian terbaru dari Sekretaris Dekopinda, Bapak Pracoyo, pada acara rapat anggota tahunan primer Primkopau Wingdiktekkal Tahun Buku 2013 bertempat di gedung Loka Wiratama Skadik 304 Wingdiktekkal kalijati.

Bertempat di gedung serbaguna Loka Wiratama Wingdiktekkal, Primer Koperasi Wingdiktekkal mengadakan Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2013 , Kalijati, Kamis (27/2).

Dalam sambutannya Komandan Wingdiktekkal Kolonel Tek A.Tavianta,S.IP. mengatakan, bahwa rapat yang di selenggarakan ini penting adanya dalam mengadakan penilaian kembali usaha dan langkah-langkah yang telah di tempuh selama ini serta memantapkan langkah kedepan  untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Ditegaskannya, agar Primer Koperasi Wingdiktekkal mampu memberikan manfaat dan kontribusi  yang dapat dirasakan oleh seluruh anggota, untuk itu pada kesempatan yang baik ini kepada seluruh anggota dapat menggunakan acara ini sebagai wadah dalam menyampaikan saran, krititik ide dan segala permasalahan anggota dengan pengurus Primkopau Wingdiktekkal,tegas Danwing.

Ditambahkannya, primer koperasi Wingdiktekkal merupakan suatu komponen yang memiliki fungsi melaksanakan usaha/jasa untuk memberikan kesejahteraan dan pelayanan terhadap kebutuhan anggota Wingdiktekkal beserta keluarganya, dengan demikian setiap personel yang bekerja dalam primer koperasi tersebut wajib mengabdikan dirinya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sementara itu Ketua Primkopau Wingdiktekkal Kalijati, Kapten Tek Hindro menambahkan koperasi sepenuhnya bergerak atas dinamika dan kreativitasnya sendiri dengan tanggung jawab  serta kesadaran para  anggota sehingga kedepan Primer Koperasi Lanud Sulaiman dapat mensejahterakan anggotanya dari beberapa unit usaha yang berpotensi memiliki prospek menguntungkan.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kadislog Wingdiktekkal  Letkol Kal Rajasa Arimurti, Kadispers Wingdiktekkal Letkol Adm Johan Arifin, , Danskadik 303 Letkol Syarif H, sekertaris Dekopinda Kabupaten Subang Bapak Pracoyo, dan kepala dinas koperasi Kabupaten Subang yang diwakili Bapak Edi serta seluruh anggota Wingdiktekkal.

Komandan Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kolonel Tek A.Tavianta, S.IP sedang menerima buku undang- undang tentang perkoperasian terbaru dari Sekretaris Dekopinda, Bapak Pracoyo, pada acara rapat anggota tahunan primer  Primkopau Wingdiktekkal Tahun Buku 2013 bertempat di gedung Loka Wiratama Skadik 304 Wingdiktekkal kalijati.

 

 

Wingdiktekkal Peduli Korban Banjir di Daerah Subang  
 Komandan Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kolonel Tek A.Tavianta,S.IP. saat memberikan bantuan berupa mie instan dan beras serta beberapa bahan pokok makanan pokok lainnya kepada korban banjir secara simbolis yang diterima oleh Kepala Desa Muara kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang

Komandan Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kolonel Tek A.Tavianta,S.IP. saat memberikan bantuan berupa mie instan dan beras serta beberapa bahan pokok makanan pokok lainnya kepada korban banjir secara simbolis yang diterima oleh Kepala Desa Muara kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang

Komandan Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kolonel Tek A.Tavianta,S.IP. didampingi Kadislog Wingdiktekkal, Letkol Kal Rajasa Arimurti, Kadispers Wingdiktekkal Mayor Adm Johan Arifin dan Komandan Skadik 304 Letkol Kal Ronald.Sipahutar meninjau langsung dan memberikan bantuan berupa mie instan dan beras serta beberapa bahan pokok makanan lainnya kepada korban banjir di Desa, Muara kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Rabu (22/1).

Dikatakan Danwingdiktekkal, bantuan berupa mie dan beras ini merupakan wujud kepedulian kita untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang saat ini sedang tertimpa musibah bencana alam banjir, dan perlu diketahui juga, sebagai aksi kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi didaerah Subang dan sekitarnya, Lanud Suryadarma serta Wingdiktekkal pada hari kedua  terjadinya musibah banjir di daerah Pantura telah membuat dapur umum dan mengirimkan  tim untuk mengevakuasi korban banjir di desa Muara kecamatan Blanakan yang terisolir,dan evakuasi hingga saat ini masih dilakukan.

                Menurut berbagai sumber dan data yang terhimpun dari lokasi kejadian, hujan deras dalam beberapa  hari dengan intensitas tinggi mengguyur daerah subang dan sekitarnya mengakibatkan terputusnya akses jalan Subang menuju Jakarta,dan menimbulkan banjir sejak Minggu siang, hingga ratusan rumah di dua belas kecamatan terendam banjir.

Keterangan Gambar:

 Komandan Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Kolonel Tek A.Tavianta,S.IP. saat memberikan bantuan berupa mie instan dan beras serta beberapa bahan pokok makanan pokok lainnya kepada korban banjir secara simbolis yang diterima oleh Kepala Desa Muara kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Rabu(22/1).

 

 

Latest News

PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

 

WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

    POKJA ULP PEKERJAAN KONSTRUKSI

 

 

 

 

 

 

 

PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM

DENGAN PASCAKUALIFIKASI

Nomor Peng/ 01/III/2014/Pokja ULP

 

Pokja ULP pada Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan akan  melaksanakan pelelangan umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi sebagai berikut :

 

1.  Paket Pekerjaan:

Nama paket pekerjaan            : Renovasi Ruang Kelas A, B dan C Skadik 303 Wingdiktekkal.

Lingkup pekerjaan                  :    Pekerjaan Pembangunan.

Perkiraan nilai pekerjaan       :    Rp 1.290.376.000,00. (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah)

Sumber pendanaan                :    APBN Tahun Anggaran 2014.

 

2.  Persyaratan Peserta:

Paket pekerjaan ini terbuka untuk  penyedia jasa konstruksi yang mendaftar dan memenuhi persyaratan kualifikasi sebagaimana diatur dalam Dokumen Kualifikasi.

 

3.  Pelaksanaan Pengadaan:

Tempat dan alamat  :  Kantor Dislog Wingdiktekkal Lanud Suryadarma Kalijati.                  

Website                      :  www.wingdiktekkal.mil.id

 

4.  Jadwal Pelaksanaan Pengadaan:

 

No

Kegiatan

Hari/Tanggal

Waktu

a.    

Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Pengadaan

Senin/10 Maret s.d. Selasa/18 Maret 2014

08.00 s.d.14.00

b.    

Pemberian Penjelasan

Selasa/18 Maret 2014

10.00 s.d. selesai

c.    

Pemasukan Dokumen Penawaran

Rabu/19 Maret s.d.Jumat/21 Maret 2014

08.00 s.d.14.00

d.    

Pembukaan Dokumen Penawaran

Senin/24 Maret 2014

10.00 s.d. selesai

e.    

Evaluasi Penawaran

Selasa/25 Maret s.d.Jumat/4 April 2014

 

f.     

Pengumuman Pemenang

Selasa/8 April 2014

 

g.    

Masa Sanggah

Rabu/9 April s.d.Selasa/15 April 2014

 

h.   

Penerbitan SPPBJ

Rabu/16 April 2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

5.  Pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan dapat diwakilkan dengan membawa surat tugas dari direktur utama/pimpinan perusahaan/kepala cabang dan kartu pengenal.

 

6.  Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan dalam mendaftar dan mengambil Dokumen Pengadaan.

 

7.  Dokumen Pengadaan dapat diambil dalam bentuk cetakan dan/atau softcopy.

 

Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian.

 

 

Dikeluarkan diKalijati

Pada tanggal       Maret 2014

Kepala Pokja ULP Pekerjaan Konstruksi

 

 

 

 

Tatang Amir Hamzah

Mayor Kal NRP 527689

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA UMUM PENGADAAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA, RENCANA PENGANGGARAN, PEMAKETAN PEKERJAAN, CARA DAN PENGORGANISASIAN PENGADAAN, SERTA KERANGKA ACUAN KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI DI WINGDIKTEKKAL TA. 2014

KOMANDO PENDIDIKAN TNI ANGKATAN UDARA
WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

 

Nomor RUP/ /II/ 2014
Tanggal Februari 2014

KOMANDO PENDIDIKAN TNI ANGKATAN UDARA
WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA, RENCANA PENGANGGARAN, PEMAKETAN PEKERJAAN, CARA DAN PENGORGANISASIAN PENGADAAN, SERTA KERANGKA ACUAN KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI
DI WINGDIKTEKKAL TA 2014

1. Dasar :

a. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tanggal 31 Juli 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

b. Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Perkasau/1/I/2014 tanggal 2 Januari 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program dan Anggaran Unit Organisasi TNI Angkatan Udara TA. 2014.

c. Peraturan Komandan Kodikau Nomor Perdan/1/I/2014 tanggal 2 Januari 2014 tentang Program dan Anggaran Kodikau TA. 2014.

d. Keputusan Komandan Kodikau Nomor Kep/66/II/2014 tanggal 14 Februari 2014 tentang Pengangkatan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pembangunan/ Rehab/Renovasi/Restorasi Fasilitas dan Instalasi di Jajaran Kodikau TA. 2014.

2. Identifikasi Kebutuhan Barang/Jasa.

a. Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.

b. Pengadaan Barang/Jasa tersebut pembiayaannya berasal/bersumber dari APBN/APBD baik secara keseluruhan maupun sebagian.

c. Pengadaan Barang/Jasa meliputi:
1) Barang.
2) Pekerjaan Konstruksi.
3) Jasa Konsultansi.
4) Jasa lainnya.
Pengadaan yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan konstruksi.

d. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.

e. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan melalui:
1) Swakelola dan/atau
2) Pemilihan Penyedia Barang/Jasa.
Dalam hal ini pengadaan dilakukan melalui pemilihan penyedia jasa.
3. Rencana Penganggaran.

a. Pengadaan jasa konstruksi ini pembiayaannya berasal/bersumber dari APBN.
b. Besarnya anggaran total yang dibutuhkan adalah Rp.1.329.087.000,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta delapan puluh tujuh ribu rupiah ), dengan rincian anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan renovasi ruang kelas A, B dan C Skadik 303 di Wingdiktekkal Rp.1.290.376.000,00 (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) dan administrasi proyek sebesar Rp. 38.711.000,00 (Tiga puluh delapan juta tujuh ratus sebelas ribu rupiah).

4. Pemaketan Pekerjaan.
Pengadaan jasa konstruksi di Wingdiktekkal untuk tahun 2014 berjumlah 1 (satu) paket pekerjaan yaitu pelaksanaan pekerjaan renovasi ruang kelas A, B dan C Skadik 303 senilai Rp.1.290.376.000,00 (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah).

5. Cara/Sistem Pengadaan.

a. Penetapan Metode Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi.
1) Metode Pemilihan Penyedia yang digunakan adalah Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi, dengan alasan sebagai berikut :

a) Dalam pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya, pada prinsipnya dilakukan melalui metode pelelangan umum dengan pascakualifikasi (Perpres 70 tahun 2012 pasal 36 ayat (1)).
b) Pekerjaan Renovasi Ruang Kelas A, B dan C Skadik 303 di Wingdiktekkal tidak termasuk pekerjaan konstruksi yang bersifat kompleks, sehingga pengadaan jasa konstruksi ini bersifat umum dan sesuai dengan metode pemilihan di atas.

2) Pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya melalui Metode Pelelangan Umum diumumkan paling kurang di website K/L/D/I, dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat dan
memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya (Perpres 70 tahun 2012 pasal 36 ayat (3)).

3) Prosedur pemilihan penyedia barang/jasa dengan metode pelelangan umum dengan pascakualifikasi meliputi :

a) Pengumuman pelelangan umum.
b) Pendaftaran dan pengambilan dokumen pengadaan.
c) Pemberian penjelasan.
d) Pemasukan dokumen penawaran.
e) Pembukaan penawaran.
f) Evaluasi penawaran.
g) Evaluasi kualifikasi.
h) Pembuktian kualifikasi.
i) Pembuatan berita acara hasil pelelangan.
j) Penetapan pemenang.
k) Pengumuman pemenang.
l) Sanggahan.
m) Sanggahan banding (apabila diperlukan).
n) Penunjukan penyedia pekerjaan konstruksi.

b. Penetapan Metode Penyampaian Dokumen Penawaran.

1) Metode Penyampaian Dokumen Penawaran akan digunakan dengan Metode Satu Sampul, dengan alasan spesifikasi teknis dan volumenya dapat dinyatakan secara jelas dalam dokumen pengadaan (Perpres 70 Pasal 47 ayat (3)).
2) Metode satu sampul yaitu penyampaian dokumen penawaran yang terdiri dari persyaratan administrasi, teknis, dan penawaran harga yang dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul tertutup kepada Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan (Penjelasan Perpres 70 Pasal 47 ayat (2) huruf a).

c. Penetapan Metode Evaluasi Penawaran.

1) Metode Evaluasi Penawaran akan digunakan dengan Sistem Gugur, dengan alasan sistem ini dapat digunakan untuk hampir seluruh pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya (Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 angka 7 huruf b.1)).

2) Sistem Gugur adalah evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan Dokumen Penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan persyaratan teknis dan kewajaran harga. Terhadap Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur (Penjelasan Perpres 70 Pasal 48 ayat (1) a)).

3) Urutan proses penilaian dengan sistem ini adalah sebagai berikut :

a) Evaluasi Administrasi.

(1) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap penawaran yang tidak terlambat.

(2) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap kelengkapan dan keabsahan syarat administrasi yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan (tidak dikurangi, ditambah dan/atau diubah).

(3) Evaluasi administrasi menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi syarat administrasi atau tidak memenuhi syarat administrasi.

b) Evaluasi Teknis.

(1) Evaluasi teknis dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi persyaratan adminisrasi.

Evaluasi teknis dilakukan terhadap pemenuhan syarat teknis yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan (tidak dikurangi, ditambah dan/atau diubah).

(2) Bila menggunakan nilai ambang batas lulus, evaluasi teknis dilakukan dengan memberikan penilaian (skor) terhadap unsur-unsur teknis sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan.

(3) Hasil evaluasi teknis menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi syarat teknis atau tidak memenuhi syarat teknis.

c) Evaluasi Harga.

(1) Evaluasi harga hanya dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi syarat adminisrasi dan teknis.

(2) Berdasarkan hasil evaluasi harga, ULP membuat daftar urutan penawaran yang dimulai dari urutan penawaran terendah dan mengusulkan penawar terendah yang responsif sebagai calon pemenang.

d. Penetapan Jenis Kontrak.

1) Berdasarkan cara pembayaran:
a) Jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak gabungan Lumpsum dan Harga Satuan, dengan alasan sebagai berikut :
(1) Sistem kontrak ini sesuai untuk jenis pekerjaan yang sebagian merupakan borongan yang perhitungan volume untuk masing-masing unsur/jenis pekerjaan sudah dapat diketahui dengan pasti berdasarkan gambar rencana dan spesifikasi teknisnya, dan sebagiannya lagi harus menggunakan harga satuan karena dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama.
(2) Harga yang mengikat dalam kontrak sistem ini adalah total penawaran harga.

b) Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan adalah kontrak yang merupakan gabungan Lump Sum dan Harga Satuan dalam 1 (satu) pekerjaan yang diperjanjikan (Perpres 70 Pasal 51 ayat (3)).

c) Kontrak Lumpsum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa (Perpres 70 Pasal 51 ayat (1)).

d) Kontrak Harga Satuan merupakan kontrak pengadaan jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, dengan harga satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, dan dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas pekerjaan yang diperlukan (Perpres 70 Pasal 51 ayat (2)).

2) Berdasarkan pembebanan tahun anggaran, jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak Tahun Tunggal. Kontrak tahun tunggal adalah kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa 1 (satu) tahun anggaran (Perpres 70 Pasal 52 ayat (1)).

3) Berdasarkan jumlah sumber pendanaan, jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak Pengadaan Tunggal. Kontrak pengadaan tunggal adalah kontrak yang dibuat oleh 1 (satu) PPK dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu (Perpres 70 Pasal 53 ayat (1)).

e. Organisasi Pengadaan.

1) Organisasi pengadaan barang/jasa untuk pengadaan melalui penyedia barang/jasa terdiri dari :

a) Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
b) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
c) Unit Layanan Pengadaan (ULP)/Pejabat Pengadaan.
d) Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
2) Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam ULP dilakukan oleh Kelompok Kerja. Keanggotaan ULP wajib ditetapkan untuk :

a) Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya dengan nilai diatas Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

b) Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

3) Anggota Kelompok Kerja berjumlah gasal beranggotakan paling kurang 3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan.

6. Kerangka Acuan Kerja

a. Latar Belakang.

1) Komando Pendidikan Angkata Udara (Kodikau) merupakan Kotama Pembinaan TNI Angkatan Udara yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan pertama, pembentukan, pengembangan, spesialisasi, peralihan dan pendidikan lain guna meningkatkan mutu personel TNI Angkatan Udara serta menyelenggarakan pengembangan sistem pendidikan, didaktik, metodik pendidikan dan ilmu pegetahuan kedirgantaraan serta pembinaan potensi dirgantara..

2) Kesiapan alutsista TNI AU khususnya dibawah pembinaan Kodikau dalam mendukung operasi pendidikan merupakan sasaran dan kegiatan utama yang harus diprioritaskan sehingga dapat dicapai suatu kesiapan alutsista yang andal, profesional, terencana, sistematis dalam mewujudkan personel yang berkualitas.

3) Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Wingdiktekkal menyelenggarakan pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pendukung serta peningkatan fasilitas lama agar operasi pendidikan dapat berjalan optimal.

b. Maksud dan Tujuan. Kerangka Acuan Kerja ini dibuat dengan maksud agar dapat memberikan gambaran kepada penyedia pekerjaan konstruksi dalam melaksanakan pembangunan fasilitas yang sesuai dengan program kerja Wingdiktekkal dengan tujuan agar dapat memberikan acuan dan informasi bagi penyedia pekerjaan konstruksi dalam menyusun kelengkapan administrasi, penyusunan biaya dan produk hasil kerja yang maksimal.

c. Sasaran. Tercapainya hasil yang optimal dalam pelaksanaan operasi pendidikan di Wingdiktekkal dengan ketersediaannya fasilitas dan instalasi pendukung pendidikan.
d. Sumber Pendanaan. Perkiraan nilai pekerjaan sebesar Rp.1.329.087.000,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta delapan puluh tujuh ribu rupiah ), dibiayai APBN TA 2014.

e. Hal-hal Lain yang diperlukan.

1) Lingkup Kegiatan. Lingkup Kegiatan adalah melaksanakan perencanaan/penyiapan administrasi, melaksanakan kegiatan pelaksanaan fisik, penyelesaian pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan.

2) Lokasi Kegiatan. Kegiatan akan dilaksanakan di Wingdiktekkal Kalijati.

3) Standar Teknis. Pelaksanaan pekerjaan dengan bahan berkualitas SNI dan mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.

4) Peralatan dan material dari Penyedia Jasa Konstruksi. Peralatan dan material dari Penyedia Jasa Konstruksi sesuai dengan persyaratan.

5) Personel/Tenaga Ahli. Personel/tenaga ahli sesuai dengan yang dipersyaratkan.

6) Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan. Dalam menyusun suatu rencana terdiri dari 3 (tiga) tahap kegiatan yang terjadi dari :

a) Tahap perencanaan/ penyiapan administrasi.

b) Tahap pelaksanaan fisik.

c) Tahap penyelesaian/Pemeliharaan.

f. Waktu Pelaksanaan yang Diperlukan. Waktu pelaksanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan maksimal 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

g. Spesifikasi Teknis. Pekerjaan tersebut dalam nomor 4 harus dilaksanakan menurut :

1) Gambar (termasuk gambar detail) dan rencana syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan.

2) Semua ketentuan-ketentuan teknis yang tercantum dalam peraturan :

a) Standar Industri Indonesia (SII).

b) Standar Nasional Indonesia (SNI).

c) Standar Militer Indonesia (SMI) atau standar lainnya yang dilengkapi kodefikasi National Stock Number (NSN)

d) Peraturan daerah yang berlaku di daerah dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

e) Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.

Demikian identifikasi kebutuhan barang/jasa, rencana penganggaran, pemaketan pekerjaan, cara dan pengorganisasian pengadaan serta kerangka acuan kerja ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

KOMANDO PENDIDIKAN TNI ANGKATAN UDARA
WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

RENCANA UMUM PENGADAAN
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA, RENCANA PENGANGGARAN, PEMAKETAN PEKERJAAN, CARA DAN PENGORGANISASIAN PENGADAAN,
SERTA KERANGKA ACUAN KERJA
PENGADAAN JASA KONSTRUKSI
DI WINGDIKTEKKAL
TA. 2014

Nomor RUP/ /II/ 2014
Tanggal Februari 2014

KOMANDO PENDIDIKAN TNI ANGKATAN UDARA
WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA, RENCANA PENGANGGARAN, PEMAKETAN PEKERJAAN, CARA DAN PENGORGANISASIAN PENGADAAN, SERTA KERANGKA ACUAN KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI
DI WINGDIKTEKKAL TA 2014

1. Dasar :

a. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tanggal 31 Juli 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

b. Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Perkasau/1/I/2014 tanggal 2 Januari 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program dan Anggaran Unit Organisasi TNI Angkatan Udara TA. 2014.

c. Peraturan Komandan Kodikau Nomor Perdan/1/I/2014 tanggal 2 Januari 2014 tentang Program dan Anggaran Kodikau TA. 2014.

d. Keputusan Komandan Kodikau Nomor Kep/66/II/2014 tanggal 14 Februari 2014 tentang Pengangkatan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pembangunan/ Rehab/Renovasi/Restorasi Fasilitas dan Instalasi di Jajaran Kodikau TA. 2014.

2. Identifikasi Kebutuhan Barang/Jasa.

a. Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.

b. Pengadaan Barang/Jasa tersebut pembiayaannya berasal/bersumber dari APBN/APBD baik secara keseluruhan maupun sebagian.

c. Pengadaan Barang/Jasa meliputi:
1) Barang.
2) Pekerjaan Konstruksi.
3) Jasa Konsultansi.
4) Jasa lainnya.
Pengadaan yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan konstruksi.

d. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.

e. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan melalui:
1) Swakelola dan/atau
2) Pemilihan Penyedia Barang/Jasa.
Dalam hal ini pengadaan dilakukan melalui pemilihan penyedia jasa.
3. Rencana Penganggaran.

a. Pengadaan jasa konstruksi ini pembiayaannya berasal/bersumber dari APBN.
b. Besarnya anggaran total yang dibutuhkan adalah Rp.1.329.087.000,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta delapan puluh tujuh ribu rupiah ), dengan rincian anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan renovasi ruang kelas A, B dan C Skadik 303 di Wingdiktekkal Rp.1.290.376.000,00 (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) dan administrasi proyek sebesar Rp. 38.711.000,00 (Tiga puluh delapan juta tujuh ratus sebelas ribu rupiah).

4. Pemaketan Pekerjaan.
Pengadaan jasa konstruksi di Wingdiktekkal untuk tahun 2014 berjumlah 1 (satu) paket pekerjaan yaitu pelaksanaan pekerjaan renovasi ruang kelas A, B dan C Skadik 303 senilai Rp.1.290.376.000,00 (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah).

5. Cara/Sistem Pengadaan.

a. Penetapan Metode Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi.
1) Metode Pemilihan Penyedia yang digunakan adalah Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi, dengan alasan sebagai berikut :

a) Dalam pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya, pada prinsipnya dilakukan melalui metode pelelangan umum dengan pascakualifikasi (Perpres 70 tahun 2012 pasal 36 ayat (1)).
b) Pekerjaan Renovasi Ruang Kelas A, B dan C Skadik 303 di Wingdiktekkal tidak termasuk pekerjaan konstruksi yang bersifat kompleks, sehingga pengadaan jasa konstruksi ini bersifat umum dan sesuai dengan metode pemilihan di atas.

2) Pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya melalui Metode Pelelangan Umum diumumkan paling kurang di website K/L/D/I, dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat dan
memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya (Perpres 70 tahun 2012 pasal 36 ayat (3)).

3) Prosedur pemilihan penyedia barang/jasa dengan metode pelelangan umum dengan pascakualifikasi meliputi :

a) Pengumuman pelelangan umum.
b) Pendaftaran dan pengambilan dokumen pengadaan.
c) Pemberian penjelasan.
d) Pemasukan dokumen penawaran.
e) Pembukaan penawaran.
f) Evaluasi penawaran.
g) Evaluasi kualifikasi.
h) Pembuktian kualifikasi.
i) Pembuatan berita acara hasil pelelangan.
j) Penetapan pemenang.
k) Pengumuman pemenang.
l) Sanggahan.
m) Sanggahan banding (apabila diperlukan).
n) Penunjukan penyedia pekerjaan konstruksi.

b. Penetapan Metode Penyampaian Dokumen Penawaran.

1) Metode Penyampaian Dokumen Penawaran akan digunakan dengan Metode Satu Sampul, dengan alasan spesifikasi teknis dan volumenya dapat dinyatakan secara jelas dalam dokumen pengadaan (Perpres 70 Pasal 47 ayat (3)).
2) Metode satu sampul yaitu penyampaian dokumen penawaran yang terdiri dari persyaratan administrasi, teknis, dan penawaran harga yang dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul tertutup kepada Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan (Penjelasan Perpres 70 Pasal 47 ayat (2) huruf a).

c. Penetapan Metode Evaluasi Penawaran.

1) Metode Evaluasi Penawaran akan digunakan dengan Sistem Gugur, dengan alasan sistem ini dapat digunakan untuk hampir seluruh pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya (Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 angka 7 huruf b.1)).

2) Sistem Gugur adalah evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan Dokumen Penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan persyaratan teknis dan kewajaran harga. Terhadap Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur (Penjelasan Perpres 70 Pasal 48 ayat (1) a)).

3) Urutan proses penilaian dengan sistem ini adalah sebagai berikut :

a) Evaluasi Administrasi.

(1) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap penawaran yang tidak terlambat.

(2) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap kelengkapan dan keabsahan syarat administrasi yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan (tidak dikurangi, ditambah dan/atau diubah).

(3) Evaluasi administrasi menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi syarat administrasi atau tidak memenuhi syarat administrasi.

b) Evaluasi Teknis.

(1) Evaluasi teknis dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi persyaratan adminisrasi.

Evaluasi teknis dilakukan terhadap pemenuhan syarat teknis yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan (tidak dikurangi, ditambah dan/atau diubah).

(2) Bila menggunakan nilai ambang batas lulus, evaluasi teknis dilakukan dengan memberikan penilaian (skor) terhadap unsur-unsur teknis sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan.

(3) Hasil evaluasi teknis menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi syarat teknis atau tidak memenuhi syarat teknis.

c) Evaluasi Harga.

(1) Evaluasi harga hanya dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi syarat adminisrasi dan teknis.

(2) Berdasarkan hasil evaluasi harga, ULP membuat daftar urutan penawaran yang dimulai dari urutan penawaran terendah dan mengusulkan penawar terendah yang responsif sebagai calon pemenang.

d. Penetapan Jenis Kontrak.

1) Berdasarkan cara pembayaran:
a) Jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak gabungan Lumpsum dan Harga Satuan, dengan alasan sebagai berikut :
(1) Sistem kontrak ini sesuai untuk jenis pekerjaan yang sebagian merupakan borongan yang perhitungan volume untuk masing-masing unsur/jenis pekerjaan sudah dapat diketahui dengan pasti berdasarkan gambar rencana dan spesifikasi teknisnya, dan sebagiannya lagi harus menggunakan harga satuan karena dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama.
(2) Harga yang mengikat dalam kontrak sistem ini adalah total penawaran harga.

b) Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan adalah kontrak yang merupakan gabungan Lump Sum dan Harga Satuan dalam 1 (satu) pekerjaan yang diperjanjikan (Perpres 70 Pasal 51 ayat (3)).

c) Kontrak Lumpsum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa (Perpres 70 Pasal 51 ayat (1)).

d) Kontrak Harga Satuan merupakan kontrak pengadaan jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, dengan harga satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, dan dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas pekerjaan yang diperlukan (Perpres 70 Pasal 51 ayat (2)).

2) Berdasarkan pembebanan tahun anggaran, jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak Tahun Tunggal. Kontrak tahun tunggal adalah kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa 1 (satu) tahun anggaran (Perpres 70 Pasal 52 ayat (1)).

3) Berdasarkan jumlah sumber pendanaan, jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak Pengadaan Tunggal. Kontrak pengadaan tunggal adalah kontrak yang dibuat oleh 1 (satu) PPK dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu (Perpres 70 Pasal 53 ayat (1)).

e. Organisasi Pengadaan.

1) Organisasi pengadaan barang/jasa untuk pengadaan melalui penyedia barang/jasa terdiri dari :

a) Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
b) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
c) Unit Layanan Pengadaan (ULP)/Pejabat Pengadaan.
d) Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
2) Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam ULP dilakukan oleh Kelompok Kerja. Keanggotaan ULP wajib ditetapkan untuk :

a) Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya dengan nilai diatas Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

b) Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

3) Anggota Kelompok Kerja berjumlah gasal beranggotakan paling kurang 3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan.

6. Kerangka Acuan Kerja

a. Latar Belakang.

1) Komando Pendidikan Angkata Udara (Kodikau) merupakan Kotama Pembinaan TNI Angkatan Udara yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan pertama, pembentukan, pengembangan, spesialisasi, peralihan dan pendidikan lain guna meningkatkan mutu personel TNI Angkatan Udara serta menyelenggarakan pengembangan sistem pendidikan, didaktik, metodik pendidikan dan ilmu pegetahuan kedirgantaraan serta pembinaan potensi dirgantara..

2) Kesiapan alutsista TNI AU khususnya dibawah pembinaan Kodikau dalam mendukung operasi pendidikan merupakan sasaran dan kegiatan utama yang harus diprioritaskan sehingga dapat dicapai suatu kesiapan alutsista yang andal, profesional, terencana, sistematis dalam mewujudkan personel yang berkualitas.

3) Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Wingdiktekkal menyelenggarakan pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pendukung serta peningkatan fasilitas lama agar operasi pendidikan dapat berjalan optimal.

b. Maksud dan Tujuan. Kerangka Acuan Kerja ini dibuat dengan maksud agar dapat memberikan gambaran kepada penyedia pekerjaan konstruksi dalam melaksanakan pembangunan fasilitas yang sesuai dengan program kerja Wingdiktekkal dengan tujuan agar dapat memberikan acuan dan informasi bagi penyedia pekerjaan konstruksi dalam menyusun kelengkapan administrasi, penyusunan biaya dan produk hasil kerja yang maksimal.

c. Sasaran. Tercapainya hasil yang optimal dalam pelaksanaan operasi pendidikan di Wingdiktekkal dengan ketersediaannya fasilitas dan instalasi pendukung pendidikan.
d. Sumber Pendanaan. Perkiraan nilai pekerjaan sebesar Rp.1.329.087.000,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta delapan puluh tujuh ribu rupiah ), dibiayai APBN TA 2014.

e. Hal-hal Lain yang diperlukan.

1) Lingkup Kegiatan. Lingkup Kegiatan adalah melaksanakan perencanaan/penyiapan administrasi, melaksanakan kegiatan pelaksanaan fisik, penyelesaian pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan.

2) Lokasi Kegiatan. Kegiatan akan dilaksanakan di Wingdiktekkal Kalijati.

3) Standar Teknis. Pelaksanaan pekerjaan dengan bahan berkualitas SNI dan mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.

4) Peralatan dan material dari Penyedia Jasa Konstruksi. Peralatan dan material dari Penyedia Jasa Konstruksi sesuai dengan persyaratan.

5) Personel/Tenaga Ahli. Personel/tenaga ahli sesuai dengan yang dipersyaratkan.

6) Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan. Dalam menyusun suatu rencana terdiri dari 3 (tiga) tahap kegiatan yang terjadi dari :

a) Tahap perencanaan/ penyiapan administrasi.

b) Tahap pelaksanaan fisik.

c) Tahap penyelesaian/Pemeliharaan.

f. Waktu Pelaksanaan yang Diperlukan. Waktu pelaksanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan maksimal 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

g. Spesifikasi Teknis. Pekerjaan tersebut dalam nomor 4 harus dilaksanakan menurut :

1) Gambar (termasuk gambar detail) dan rencana syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan.

2) Semua ketentuan-ketentuan teknis yang tercantum dalam peraturan :

a) Standar Industri Indonesia (SII).

b) Standar Nasional Indonesia (SNI).

c) Standar Militer Indonesia (SMI) atau standar lainnya yang dilengkapi kodefikasi National Stock Number (NSN)

d) Peraturan daerah yang berlaku di daerah dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

e) Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.

Demikian identifikasi kebutuhan barang/jasa, rencana penganggaran, pemaketan pekerjaan, cara dan pengorganisasian pengadaan serta kerangka acuan kerja ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

KOMANDO PENDIDIKAN TNI ANGKATAN UDARA
WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

RENCANA UMUM PENGADAAN
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA, RENCANA PENGANGGARAN, PEMAKETAN PEKERJAAN, CARA DAN PENGORGANISASIAN PENGADAAN,
SERTA KERANGKA ACUAN KERJA
PENGADAAN JASA KONSTRUKSI
DI WINGDIKTEKKAL
TA. 2014

Nomor RUP/ /II/ 2014
Tanggal Februari 2014

KOMANDO PENDIDIKAN TNI ANGKATAN UDARA
WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA, RENCANA PENGANGGARAN, PEMAKETAN PEKERJAAN, CARA DAN PENGORGANISASIAN PENGADAAN, SERTA KERANGKA ACUAN KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI
DI WINGDIKTEKKAL TA 2014

1. Dasar :

a. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tanggal 31 Juli 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

b. Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Perkasau/1/I/2014 tanggal 2 Januari 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program dan Anggaran Unit Organisasi TNI Angkatan Udara TA. 2014.

c. Peraturan Komandan Kodikau Nomor Perdan/1/I/2014 tanggal 2 Januari 2014 tentang Program dan Anggaran Kodikau TA. 2014.

d. Keputusan Komandan Kodikau Nomor Kep/66/II/2014 tanggal 14 Februari 2014 tentang Pengangkatan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pembangunan/ Rehab/Renovasi/Restorasi Fasilitas dan Instalasi di Jajaran Kodikau TA. 2014.

2. Identifikasi Kebutuhan Barang/Jasa.

a. Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.

b. Pengadaan Barang/Jasa tersebut pembiayaannya berasal/bersumber dari APBN/APBD baik secara keseluruhan maupun sebagian.

c. Pengadaan Barang/Jasa meliputi:
1) Barang.
2) Pekerjaan Konstruksi.
3) Jasa Konsultansi.
4) Jasa lainnya.
Pengadaan yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan konstruksi.

d. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.

e. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan melalui:
1) Swakelola dan/atau
2) Pemilihan Penyedia Barang/Jasa.
Dalam hal ini pengadaan dilakukan melalui pemilihan penyedia jasa.
3. Rencana Penganggaran.

a. Pengadaan jasa konstruksi ini pembiayaannya berasal/bersumber dari APBN.
b. Besarnya anggaran total yang dibutuhkan adalah Rp.1.329.087.000,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta delapan puluh tujuh ribu rupiah ), dengan rincian anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan renovasi ruang kelas A, B dan C Skadik 303 di Wingdiktekkal Rp.1.290.376.000,00 (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) dan administrasi proyek sebesar Rp. 38.711.000,00 (Tiga puluh delapan juta tujuh ratus sebelas ribu rupiah).

4. Pemaketan Pekerjaan.
Pengadaan jasa konstruksi di Wingdiktekkal untuk tahun 2014 berjumlah 1 (satu) paket pekerjaan yaitu pelaksanaan pekerjaan renovasi ruang kelas A, B dan C Skadik 303 senilai Rp.1.290.376.000,00 (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah).

5. Cara/Sistem Pengadaan.

a. Penetapan Metode Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi.
1) Metode Pemilihan Penyedia yang digunakan adalah Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi, dengan alasan sebagai berikut :

a) Dalam pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya, pada prinsipnya dilakukan melalui metode pelelangan umum dengan pascakualifikasi (Perpres 70 tahun 2012 pasal 36 ayat (1)).
b) Pekerjaan Renovasi Ruang Kelas A, B dan C Skadik 303 di Wingdiktekkal tidak termasuk pekerjaan konstruksi yang bersifat kompleks, sehingga pengadaan jasa konstruksi ini bersifat umum dan sesuai dengan metode pemilihan di atas.

2) Pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya melalui Metode Pelelangan Umum diumumkan paling kurang di website K/L/D/I, dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat dan
memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya (Perpres 70 tahun 2012 pasal 36 ayat (3)).

3) Prosedur pemilihan penyedia barang/jasa dengan metode pelelangan umum dengan pascakualifikasi meliputi :

a) Pengumuman pelelangan umum.
b) Pendaftaran dan pengambilan dokumen pengadaan.
c) Pemberian penjelasan.
d) Pemasukan dokumen penawaran.
e) Pembukaan penawaran.
f) Evaluasi penawaran.
g) Evaluasi kualifikasi.
h) Pembuktian kualifikasi.
i) Pembuatan berita acara hasil pelelangan.
j) Penetapan pemenang.
k) Pengumuman pemenang.
l) Sanggahan.
m) Sanggahan banding (apabila diperlukan).
n) Penunjukan penyedia pekerjaan konstruksi.

b. Penetapan Metode Penyampaian Dokumen Penawaran.

1) Metode Penyampaian Dokumen Penawaran akan digunakan dengan Metode Satu Sampul, dengan alasan spesifikasi teknis dan volumenya dapat dinyatakan secara jelas dalam dokumen pengadaan (Perpres 70 Pasal 47 ayat (3)).
2) Metode satu sampul yaitu penyampaian dokumen penawaran yang terdiri dari persyaratan administrasi, teknis, dan penawaran harga yang dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul tertutup kepada Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan (Penjelasan Perpres 70 Pasal 47 ayat (2) huruf a).

c. Penetapan Metode Evaluasi Penawaran.

1) Metode Evaluasi Penawaran akan digunakan dengan Sistem Gugur, dengan alasan sistem ini dapat digunakan untuk hampir seluruh pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya (Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 angka 7 huruf b.1)).

2) Sistem Gugur adalah evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan Dokumen Penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan persyaratan teknis dan kewajaran harga. Terhadap Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur (Penjelasan Perpres 70 Pasal 48 ayat (1) a)).

3) Urutan proses penilaian dengan sistem ini adalah sebagai berikut :

a) Evaluasi Administrasi.

(1) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap penawaran yang tidak terlambat.

(2) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap kelengkapan dan keabsahan syarat administrasi yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan (tidak dikurangi, ditambah dan/atau diubah).

(3) Evaluasi administrasi menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi syarat administrasi atau tidak memenuhi syarat administrasi.

b) Evaluasi Teknis.

(1) Evaluasi teknis dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi persyaratan adminisrasi.

Evaluasi teknis dilakukan terhadap pemenuhan syarat teknis yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan (tidak dikurangi, ditambah dan/atau diubah).

(2) Bila menggunakan nilai ambang batas lulus, evaluasi teknis dilakukan dengan memberikan penilaian (skor) terhadap unsur-unsur teknis sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan.

(3) Hasil evaluasi teknis menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi syarat teknis atau tidak memenuhi syarat teknis.

c) Evaluasi Harga.

(1) Evaluasi harga hanya dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi syarat adminisrasi dan teknis.

(2) Berdasarkan hasil evaluasi harga, ULP membuat daftar urutan penawaran yang dimulai dari urutan penawaran terendah dan mengusulkan penawar terendah yang responsif sebagai calon pemenang.

d. Penetapan Jenis Kontrak.

1) Berdasarkan cara pembayaran:
a) Jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak gabungan Lumpsum dan Harga Satuan, dengan alasan sebagai berikut :
(1) Sistem kontrak ini sesuai untuk jenis pekerjaan yang sebagian merupakan borongan yang perhitungan volume untuk masing-masing unsur/jenis pekerjaan sudah dapat diketahui dengan pasti berdasarkan gambar rencana dan spesifikasi teknisnya, dan sebagiannya lagi harus menggunakan harga satuan karena dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama.
(2) Harga yang mengikat dalam kontrak sistem ini adalah total penawaran harga.

b) Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan adalah kontrak yang merupakan gabungan Lump Sum dan Harga Satuan dalam 1 (satu) pekerjaan yang diperjanjikan (Perpres 70 Pasal 51 ayat (3)).

c) Kontrak Lumpsum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa (Perpres 70 Pasal 51 ayat (1)).

d) Kontrak Harga Satuan merupakan kontrak pengadaan jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, dengan harga satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, dan dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas pekerjaan yang diperlukan (Perpres 70 Pasal 51 ayat (2)).

2) Berdasarkan pembebanan tahun anggaran, jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak Tahun Tunggal. Kontrak tahun tunggal adalah kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa 1 (satu) tahun anggaran (Perpres 70 Pasal 52 ayat (1)).

3) Berdasarkan jumlah sumber pendanaan, jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak Pengadaan Tunggal. Kontrak pengadaan tunggal adalah kontrak yang dibuat oleh 1 (satu) PPK dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu (Perpres 70 Pasal 53 ayat (1)).

e. Organisasi Pengadaan.

1) Organisasi pengadaan barang/jasa untuk pengadaan melalui penyedia barang/jasa terdiri dari :

a) Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
b) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
c) Unit Layanan Pengadaan (ULP)/Pejabat Pengadaan.
d) Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
2) Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam ULP dilakukan oleh Kelompok Kerja. Keanggotaan ULP wajib ditetapkan untuk :

a) Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya dengan nilai diatas Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

b) Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

3) Anggota Kelompok Kerja berjumlah gasal beranggotakan paling kurang 3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan.

6. Kerangka Acuan Kerja

a. Latar Belakang.

1) Komando Pendidikan Angkata Udara (Kodikau) merupakan Kotama Pembinaan TNI Angkatan Udara yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan pertama, pembentukan, pengembangan, spesialisasi, peralihan dan pendidikan lain guna meningkatkan mutu personel TNI Angkatan Udara serta menyelenggarakan pengembangan sistem pendidikan, didaktik, metodik pendidikan dan ilmu pegetahuan kedirgantaraan serta pembinaan potensi dirgantara..

2) Kesiapan alutsista TNI AU khususnya dibawah pembinaan Kodikau dalam mendukung operasi pendidikan merupakan sasaran dan kegiatan utama yang harus diprioritaskan sehingga dapat dicapai suatu kesiapan alutsista yang andal, profesional, terencana, sistematis dalam mewujudkan personel yang berkualitas.

3) Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Wingdiktekkal menyelenggarakan pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pendukung serta peningkatan fasilitas lama agar operasi pendidikan dapat berjalan optimal.

b. Maksud dan Tujuan. Kerangka Acuan Kerja ini dibuat dengan maksud agar dapat memberikan gambaran kepada penyedia pekerjaan konstruksi dalam melaksanakan pembangunan fasilitas yang sesuai dengan program kerja Wingdiktekkal dengan tujuan agar dapat memberikan acuan dan informasi bagi penyedia pekerjaan konstruksi dalam menyusun kelengkapan administrasi, penyusunan biaya dan produk hasil kerja yang maksimal.

c. Sasaran. Tercapainya hasil yang optimal dalam pelaksanaan operasi pendidikan di Wingdiktekkal dengan ketersediaannya fasilitas dan instalasi pendukung pendidikan.
d. Sumber Pendanaan. Perkiraan nilai pekerjaan sebesar Rp.1.329.087.000,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta delapan puluh tujuh ribu rupiah ), dibiayai APBN TA 2014.

e. Hal-hal Lain yang diperlukan.

1) Lingkup Kegiatan. Lingkup Kegiatan adalah melaksanakan perencanaan/penyiapan administrasi, melaksanakan kegiatan pelaksanaan fisik, penyelesaian pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan.

2) Lokasi Kegiatan. Kegiatan akan dilaksanakan di Wingdiktekkal Kalijati.

3) Standar Teknis. Pelaksanaan pekerjaan dengan bahan berkualitas SNI dan mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.

4) Peralatan dan material dari Penyedia Jasa Konstruksi. Peralatan dan material dari Penyedia Jasa Konstruksi sesuai dengan persyaratan.

5) Personel/Tenaga Ahli. Personel/tenaga ahli sesuai dengan yang dipersyaratkan.

6) Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan. Dalam menyusun suatu rencana terdiri dari 3 (tiga) tahap kegiatan yang terjadi dari :

a) Tahap perencanaan/ penyiapan administrasi.

b) Tahap pelaksanaan fisik.

c) Tahap penyelesaian/Pemeliharaan.

f. Waktu Pelaksanaan yang Diperlukan. Waktu pelaksanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan maksimal 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

g. Spesifikasi Teknis. Pekerjaan tersebut dalam nomor 4 harus dilaksanakan menurut :

1) Gambar (termasuk gambar detail) dan rencana syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan.

2) Semua ketentuan-ketentuan teknis yang tercantum dalam peraturan :

a) Standar Industri Indonesia (SII).

b) Standar Nasional Indonesia (SNI).

c) Standar Militer Indonesia (SMI) atau standar lainnya yang dilengkapi kodefikasi National Stock Number (NSN)

d) Peraturan daerah yang berlaku di daerah dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

e) Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.

Demikian identifikasi kebutuhan barang/jasa, rencana penganggaran, pemaketan pekerjaan, cara dan pengorganisasian pengadaan serta kerangka acuan kerja ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

KOMANDO PENDIDIKAN TNI ANGKATAN UDARA
WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

RENCANA UMUM PENGADAAN
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA, RENCANA PENGANGGARAN, PEMAKETAN PEKERJAAN, CARA DAN PENGORGANISASIAN PENGADAAN,
SERTA KERANGKA ACUAN KERJA
PENGADAAN JASA KONSTRUKSI
DI WINGDIKTEKKAL
TA. 2014

Nomor RUP/ /II/ 2014
Tanggal Februari 2014

KOMANDO PENDIDIKAN TNI ANGKATAN UDARA
WING PENDIDIKAN TEKNIK DAN PEMBEKALAN

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BARANG/JASA, RENCANA PENGANGGARAN, PEMAKETAN PEKERJAAN, CARA DAN PENGORGANISASIAN PENGADAAN, SERTA KERANGKA ACUAN KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI
DI WINGDIKTEKKAL TA 2014

1. Dasar :

a. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tanggal 31 Juli 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

b. Peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Perkasau/1/I/2014 tanggal 2 Januari 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program dan Anggaran Unit Organisasi TNI Angkatan Udara TA. 2014.

c. Peraturan Komandan Kodikau Nomor Perdan/1/I/2014 tanggal 2 Januari 2014 tentang Program dan Anggaran Kodikau TA. 2014.

d. Keputusan Komandan Kodikau Nomor Kep/66/II/2014 tanggal 14 Februari 2014 tentang Pengangkatan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pembangunan/ Rehab/Renovasi/Restorasi Fasilitas dan Instalasi di Jajaran Kodikau TA. 2014.

2. Identifikasi Kebutuhan Barang/Jasa.

a. Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.

b. Pengadaan Barang/Jasa tersebut pembiayaannya berasal/bersumber dari APBN/APBD baik secara keseluruhan maupun sebagian.

c. Pengadaan Barang/Jasa meliputi:
1) Barang.
2) Pekerjaan Konstruksi.
3) Jasa Konsultansi.
4) Jasa lainnya.
Pengadaan yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan konstruksi.

d. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.

e. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan melalui:
1) Swakelola dan/atau
2) Pemilihan Penyedia Barang/Jasa.
Dalam hal ini pengadaan dilakukan melalui pemilihan penyedia jasa.
3. Rencana Penganggaran.

a. Pengadaan jasa konstruksi ini pembiayaannya berasal/bersumber dari APBN.
b. Besarnya anggaran total yang dibutuhkan adalah Rp.1.329.087.000,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta delapan puluh tujuh ribu rupiah ), dengan rincian anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan renovasi ruang kelas A, B dan C Skadik 303 di Wingdiktekkal Rp.1.290.376.000,00 (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) dan administrasi proyek sebesar Rp. 38.711.000,00 (Tiga puluh delapan juta tujuh ratus sebelas ribu rupiah).

4. Pemaketan Pekerjaan.
Pengadaan jasa konstruksi di Wingdiktekkal untuk tahun 2014 berjumlah 1 (satu) paket pekerjaan yaitu pelaksanaan pekerjaan renovasi ruang kelas A, B dan C Skadik 303 senilai Rp.1.290.376.000,00 (Satu milyar dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh enam ribu rupiah).

5. Cara/Sistem Pengadaan.

a. Penetapan Metode Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi.
1) Metode Pemilihan Penyedia yang digunakan adalah Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi, dengan alasan sebagai berikut :

a) Dalam pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya, pada prinsipnya dilakukan melalui metode pelelangan umum dengan pascakualifikasi (Perpres 70 tahun 2012 pasal 36 ayat (1)).
b) Pekerjaan Renovasi Ruang Kelas A, B dan C Skadik 303 di Wingdiktekkal tidak termasuk pekerjaan konstruksi yang bersifat kompleks, sehingga pengadaan jasa konstruksi ini bersifat umum dan sesuai dengan metode pemilihan di atas.

2) Pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya melalui Metode Pelelangan Umum diumumkan paling kurang di website K/L/D/I, dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat dan
memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya (Perpres 70 tahun 2012 pasal 36 ayat (3)).

3) Prosedur pemilihan penyedia barang/jasa dengan metode pelelangan umum dengan pascakualifikasi meliputi :

a) Pengumuman pelelangan umum.
b) Pendaftaran dan pengambilan dokumen pengadaan.
c) Pemberian penjelasan.
d) Pemasukan dokumen penawaran.
e) Pembukaan penawaran.
f) Evaluasi penawaran.
g) Evaluasi kualifikasi.
h) Pembuktian kualifikasi.
i) Pembuatan berita acara hasil pelelangan.
j) Penetapan pemenang.
k) Pengumuman pemenang.
l) Sanggahan.
m) Sanggahan banding (apabila diperlukan).
n) Penunjukan penyedia pekerjaan konstruksi.

b. Penetapan Metode Penyampaian Dokumen Penawaran.

1) Metode Penyampaian Dokumen Penawaran akan digunakan dengan Metode Satu Sampul, dengan alasan spesifikasi teknis dan volumenya dapat dinyatakan secara jelas dalam dokumen pengadaan (Perpres 70 Pasal 47 ayat (3)).
2) Metode satu sampul yaitu penyampaian dokumen penawaran yang terdiri dari persyaratan administrasi, teknis, dan penawaran harga yang dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul tertutup kepada Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan (Penjelasan Perpres 70 Pasal 47 ayat (2) huruf a).

c. Penetapan Metode Evaluasi Penawaran.

1) Metode Evaluasi Penawaran akan digunakan dengan Sistem Gugur, dengan alasan sistem ini dapat digunakan untuk hampir seluruh pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya (Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 angka 7 huruf b.1)).

2) Sistem Gugur adalah evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan Dokumen Penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan persyaratan teknis dan kewajaran harga. Terhadap Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur (Penjelasan Perpres 70 Pasal 48 ayat (1) a)).

3) Urutan proses penilaian dengan sistem ini adalah sebagai berikut :

a) Evaluasi Administrasi.

(1) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap penawaran yang tidak terlambat.

(2) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap kelengkapan dan keabsahan syarat administrasi yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan (tidak dikurangi, ditambah dan/atau diubah).

(3) Evaluasi administrasi menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi syarat administrasi atau tidak memenuhi syarat administrasi.

b) Evaluasi Teknis.

(1) Evaluasi teknis dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi persyaratan adminisrasi.

Evaluasi teknis dilakukan terhadap pemenuhan syarat teknis yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan (tidak dikurangi, ditambah dan/atau diubah).

(2) Bila menggunakan nilai ambang batas lulus, evaluasi teknis dilakukan dengan memberikan penilaian (skor) terhadap unsur-unsur teknis sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan.

(3) Hasil evaluasi teknis menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi syarat teknis atau tidak memenuhi syarat teknis.

c) Evaluasi Harga.

(1) Evaluasi harga hanya dilakukan terhadap penawaran-penawaran yang dinyatakan memenuhi syarat adminisrasi dan teknis.

(2) Berdasarkan hasil evaluasi harga, ULP membuat daftar urutan penawaran yang dimulai dari urutan penawaran terendah dan mengusulkan penawar terendah yang responsif sebagai calon pemenang.

d. Penetapan Jenis Kontrak.

1) Berdasarkan cara pembayaran:
a) Jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak gabungan Lumpsum dan Harga Satuan, dengan alasan sebagai berikut :
(1) Sistem kontrak ini sesuai untuk jenis pekerjaan yang sebagian merupakan borongan yang perhitungan volume untuk masing-masing unsur/jenis pekerjaan sudah dapat diketahui dengan pasti berdasarkan gambar rencana dan spesifikasi teknisnya, dan sebagiannya lagi harus menggunakan harga satuan karena dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama.
(2) Harga yang mengikat dalam kontrak sistem ini adalah total penawaran harga.

b) Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan adalah kontrak yang merupakan gabungan Lump Sum dan Harga Satuan dalam 1 (satu) pekerjaan yang diperjanjikan (Perpres 70 Pasal 51 ayat (3)).

c) Kontrak Lumpsum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa (Perpres 70 Pasal 51 ayat (1)).

d) Kontrak Harga Satuan merupakan kontrak pengadaan jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan, dengan harga satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, dan dimungkinkan adanya pekerjaan tambah/kurang berdasarkan hasil pengukuran bersama atas pekerjaan yang diperlukan (Perpres 70 Pasal 51 ayat (2)).

2) Berdasarkan pembebanan tahun anggaran, jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak Tahun Tunggal. Kontrak tahun tunggal adalah kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa 1 (satu) tahun anggaran (Perpres 70 Pasal 52 ayat (1)).

3) Berdasarkan jumlah sumber pendanaan, jenis kontrak akan digunakan dengan Kontrak Pengadaan Tunggal. Kontrak pengadaan tunggal adalah kontrak yang dibuat oleh 1 (satu) PPK dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu (Perpres 70 Pasal 53 ayat (1)).

e. Organisasi Pengadaan.

1) Organisasi pengadaan barang/jasa untuk pengadaan melalui penyedia barang/jasa terdiri dari :

a) Pengguna Anggaran (PA)/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
b) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
c) Unit Layanan Pengadaan (ULP)/Pejabat Pengadaan.
d) Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
2) Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam ULP dilakukan oleh Kelompok Kerja. Keanggotaan ULP wajib ditetapkan untuk :

a) Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya dengan nilai diatas Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

b) Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

3) Anggota Kelompok Kerja berjumlah gasal beranggotakan paling kurang 3 (tiga) orang dan dapat ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan.

6. Kerangka Acuan Kerja

a. Latar Belakang.

1) Komando Pendidikan Angkata Udara (Kodikau) merupakan Kotama Pembinaan TNI Angkatan Udara yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan pertama, pembentukan, pengembangan, spesialisasi, peralihan dan pendidikan lain guna meningkatkan mutu personel TNI Angkatan Udara serta menyelenggarakan pengembangan sistem pendidikan, didaktik, metodik pendidikan dan ilmu pegetahuan kedirgantaraan serta pembinaan potensi dirgantara..

2) Kesiapan alutsista TNI AU khususnya dibawah pembinaan Kodikau dalam mendukung operasi pendidikan merupakan sasaran dan kegiatan utama yang harus diprioritaskan sehingga dapat dicapai suatu kesiapan alutsista yang andal, profesional, terencana, sistematis dalam mewujudkan personel yang berkualitas.

3) Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Wingdiktekkal menyelenggarakan pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas pendukung serta peningkatan fasilitas lama agar operasi pendidikan dapat berjalan optimal.

b. Maksud dan Tujuan. Kerangka Acuan Kerja ini dibuat dengan maksud agar dapat memberikan gambaran kepada penyedia pekerjaan konstruksi dalam melaksanakan pembangunan fasilitas yang sesuai dengan program kerja Wingdiktekkal dengan tujuan agar dapat memberikan acuan dan informasi bagi penyedia pekerjaan konstruksi dalam menyusun kelengkapan administrasi, penyusunan biaya dan produk hasil kerja yang maksimal.

c. Sasaran. Tercapainya hasil yang optimal dalam pelaksanaan operasi pendidikan di Wingdiktekkal dengan ketersediaannya fasilitas dan instalasi pendukung pendidikan.
d. Sumber Pendanaan. Perkiraan nilai pekerjaan sebesar Rp.1.329.087.000,00 (Satu milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta delapan puluh tujuh ribu rupiah ), dibiayai APBN TA 2014.

e. Hal-hal Lain yang diperlukan.

1) Lingkup Kegiatan. Lingkup Kegiatan adalah melaksanakan perencanaan/penyiapan administrasi, melaksanakan kegiatan pelaksanaan fisik, penyelesaian pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan.

2) Lokasi Kegiatan. Kegiatan akan dilaksanakan di Wingdiktekkal Kalijati.

3) Standar Teknis. Pelaksanaan pekerjaan dengan bahan berkualitas SNI dan mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri.

4) Peralatan dan material dari Penyedia Jasa Konstruksi. Peralatan dan material dari Penyedia Jasa Konstruksi sesuai dengan persyaratan.

5) Personel/Tenaga Ahli. Personel/tenaga ahli sesuai dengan yang dipersyaratkan.

6) Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan. Dalam menyusun suatu rencana terdiri dari 3 (tiga) tahap kegiatan yang terjadi dari :

a) Tahap perencanaan/ penyiapan administrasi.

b) Tahap pelaksanaan fisik.

c) Tahap penyelesaian/Pemeliharaan.

f. Waktu Pelaksanaan yang Diperlukan. Waktu pelaksanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan maksimal 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

g. Spesifikasi Teknis. Pekerjaan tersebut dalam nomor 4 harus dilaksanakan menurut :

1) Gambar (termasuk gambar detail) dan rencana syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan.

2) Semua ketentuan-ketentuan teknis yang tercantum dalam peraturan :

a) Standar Industri Indonesia (SII).

b) Standar Nasional Indonesia (SNI).

c) Standar Militer Indonesia (SMI) atau standar lainnya yang dilengkapi kodefikasi National Stock Number (NSN)

d) Peraturan daerah yang berlaku di daerah dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

e) Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.

Demikian identifikasi kebutuhan barang/jasa, rencana penganggaran, pemaketan pekerjaan, cara dan pengorganisasian pengadaan serta kerangka acuan kerja ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

 

Kalijati,         Februari 2014

 

Komandan

Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan

Selaku

Kuasa Pengguna Anggaran,

 

 

 

A.Tavianta, S. IP.

Kolonel Tek NRP 512494

 

 

Sosialisasi DLPK BRI di Wingdiktekkal

Menyikapi perkembangan perbankan saat ini, Bank Republik Indonesia (BRI) cabang Subang hadir di Wingdiktekkal  untuk Sosialisasi dana pensiun lembaga keuangan (DLPK) BRI, serta layanan produk dan jasa lainnya, Kalijati, Kamis (27/2). Kegiatan sosialisasi dari Bank BRI tersebut didampingi langsung oleh Komandan Wingdiktekkal Kolonel Tek A.Tavianta,S.IP,para kepala dinas dan Komandan Skadik dijajarannya serta seluruh anggota WingdiktekDSC_0042kal.

Komandan Wingdiktekkal, menyampaikan apresiasi atas program yang ditawarkan oleh Bank BRI, “Ini namanya baru sosialisai, untuk itu kita simak secara seksama,  akan pentingnya manfaat  dari produk yang ditawarkan, yang didalamnya terdapat  program jangka panjang, yaitu mengelola dan mengatur keuangan untuk masa pensiun nantinya.

Menurut nara sumber Ibu Nining dari Bank BRI Cabang subang , bahwa DPLK BRI menyediakan jasa pengelolaan Program Pensiun Iuran Pasti bagi Individu maupun Instansi, dengan pilihan investasi beragam yang dapat ditentukan sendiri oleh Peserta dan memberikan hasil investasi yang optimal. Percayakan DPLK BRI sebagai pengelola persiapan dana pensiun Anda. Pilihan usia pensiun mulai dari 45 tahun hingga 60 tahun, memudahkan Anda untuk mempersiapkan kebutuhan dana di masa yang akan datang.

 Ditambahkannya, Kemudahan melakukan iuran secara autodebet dari tabungan BRI Britama/Simpedes, mulai dari Rp.100.000 per bulan, sesuai ketersediaan dana yang ada pada rekening tabungan Anda. Dan hebatnya, tidak ada pinalti atas saldo DPLK BRI ataupun penarikan ganda atas iuran yang tidak Anda lakukan karena saldo tabungan Anda tidak mencukupi. Hasil investasi selama di DPLK BRI bebas pajak. Jika Anda menyimpan dana di tabungan ataupun deposito, selain bunganya kecil, Anda hanya akan menerima 80% dari bunga dan sisanya 20% merupakan pajak. Namun di DPLK BRI, 100% bunga dari hasil investasi deposito adalah milik peserta. Sehingga saldo Anda akan lebih cepat bertambah.




 

Ratusan Warga Iringi Pemakaman Peltu Pur Lilik

DSC_0957

Ratusan orang mengiringi jenazah Peltu Lilik Vitnanto mantan instruktur Skadik 303 Wingdiktekkal, , menuju pemakaman TNI AU  Taman Makam Sampurna , Kecamatan Kalijati, Senin, 24 Februari 2014. Proses pemakaman dimulai pukul 12.00. Jenazah dilepas dari rumah duka untuk disalatkan lebih dulu di Masjid Al-Kalam Kalijati yang terletak sekitar 50 meter dari rumah duka. Usai disalatkan, jenazah diberangkatkan menuju lokasi pemakaman.

“Kami dari keluarga meminta maaf jika almarhum selama hidupnya mempunyai banyak salah,” kata seorang wakil keluarga, Nurdin, saat hendak melepas jenazah ke pemakaman. Almarhum merupakan alumni Secaba Reguler angkatan ke-2 dan berdinas terakhir di Skadik 303 Wingdiktekkal Kalijati, Ia wafat dalam usia 54 tahun, hari Minggu malam karena sakit. Almarhum meninggalkan seorang istri dan satu orang anak.

Tampak Hadir pada acara duka, Komandan Wingdiktekkal, A.Tavianta,S.IP, Kolonel Tek Lubis, Kadisopsdik Wingdiktekkal, Letkol Tek Chandra KF, Kadislog Wingdiktekkal, Letkol Kal Rajasa Arimurti, Letkol Tek Sutarno, dan seluruh keluarga besar Wingdiktekkal, dan keluarga serta rekan sejawat dari almarhum.

 

 

Kategori Menu

Gallery Wingdiktekkal

Ziarah Upacara latihan sosialisasi Website

Kalender Masehi

October 2014
M T W T F S S
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031